Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Adat Istiadat

Pusaka Kerajaan : Badik Gecong Pamor nya ma' demreng

  Foto : SPDB Edwarsyah Pernong sedang menjelaskan kepada Pangeran dan diperhatikan oleh raja gowa "Sombaiya ri Gowa Andi Madusila    Kerajaan Sekala Brak mempunyai banyak pusaka yang sampai sekarang masih disimpan dengan baik dan terawat., kali ini kita akan bahas mengenai Badik Gecong Pamor nya ma' demreng dari Raja Polong Bangkeng, badik ini mempunyai arti "menggelegar ke angkasa". Badik saat ini dipakai oleh penerus tahta kerajaan Sekala Brak Pangeran Alprinse Syah Pernong.  Badik ini pernah dipakai Pangeran Alprinse Syah Pernong juga pada saat beliau disembelihkan kerbau serta dimandikan di bungung barania (sumur berani) lalu ditabuhkan genderang dan diberikan gelar "i terassa makkulau bassi - karaeng barania ri polong bangkeng" Pusaka ini konon bila dibawa oleh pemiliknya dalam pertempuran maka lawan tidak akan berani.  penulis : riz saibatin Instagram : kerajaansekalabrak facebook : kerajaansekalabrak

Dua Adat Sambut Gubernur di Pagelaran Seni Batak

Gubernur Lampung diantarkan dengan Perangkat Kebesaran Adat milik  Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke XXIII.  BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) Provinsi Lampung menggelar Pagelaran Seni Batak di GOR Saburai, Bandar Lampung, Minggu (3/9/2017). Acara tersebut dihadiri Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dan Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan Ke-23 Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Edward Syah Pernong yang disambut secara adat, yaitu secara Kerajaan Adat Skala Brak dan tarian Tortor asal Batak. Kegiatan ini merupakan acara puncak dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia yang telah dimeriahkan dengan gelaran berbagai lomba olahraga, seperti futsal, catur, voli, dan bulutangkis, serta paduan suara, dan lomba vokal solo. Acara tersebut turut dihadiri antara lain Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Bupati Lampung Timur Chusnuniah, Bupati Lampung Tengah Mustafa, dan Plt Bupati Tanggamus Syamsul Hadi dan Forkopimda L...

Kikat Hanuang Bani

HANUANG BANI Hanuang adalah sosok satwa kambing hutan ataupun kambing gunung yang sangat pemberani, dengan ciri pada umumnya adalah bertanduk ramping, pendek dan melengkung kebelakang, dengan berat badan berkisar 50 s/d 140 kg, dan panjang badan antara 140-180 cm. Kambing  yang mempunyai nama ilmiah Oreamnos americanus juga kerap disebut rocky mountain goat. Pinggiran kukunya tajam, melingkupi telapak yang lunak di bagian dalam sehingga dapat mencengkeram batu karang. Kemampuan itulah yang membuat kambing jenis ini menjadi hewan yang sangat pemberani. Tinggi badan hanuang pada usia dewasa bisa mencapai 85-94 cm. Hanuang merupakan satwa yang sangat tangkas, pemberani serta mampu memanjat lereng dan tebing terjal yang biasanya terdapat di ketinggian sekitar 200 meter dari puncak dataran tinggi. Di Lampung, hanuang banyak ditemukan di bumi Sekala Bghak disekitar wilayah puncak Gunung Pesegi, Kabupaten Lampung Barat. Diilhami karakter hanuang inilah, pada kisaran tahun 1515 M...

Tradisi Malaman Pitu Likokh Di Sekala Brak

( Anak - Anak di Pekon Canggu Sekala Brak ikut dalam tradisi Malaman Pitu Likukh. Fotografer : Rohimat Zaid Alfarisi)  Malaman Pitu Likukh ( malam 27 Ramadhan ) merupakan tradisi masyarakat Lampung khususnya Masyarakat Sekala Brak di Lampung Barat, tradisi Ini dentik degan etnis melayu diantaranya Banjarmasin, Riau, Jambi, dan Bengkulu dan juga Lampung. Ada yang memaknai Tujuh Likur sebagai simbol syukur karena Allah SWT atas anugerah yang diturunkan pada 10 malam terakhir Allah SWT menjanjikan pahala yang berlimpah dengan malam Lailatul Qodar. Bagi Masyarakat Sekala Brak Lampung Barat tradisi memasang tempurung kelapa yang disusun meninggi didepan rumah masing-masing dimaknai sebagai penghormatan pada arwah leluhur yang konon menurut kepercayaan, menjelang Idul Fitri para arwah akan bertandang pulang dan obor atau malaman yang digunakan didepan rumah tersebut sebagai sumber cahaya menerangi setiap sudut kampung sehingga dapat memberikan jalan terang kepada leluhur yang pulan...

Foto Dokumentasi Pengukuhan Para Bahatur Kerajaan

“ Pada malam ini telah dilaksanakan ritual tapak tilas sekaligus mandi di”salui pitu”, ditengah gelap malam berselimut embun tebal di bumi sekala brak, ditengah dinginnya sekujur tubuh, dengan tekad yang bulat, dengan semangat dan niat yang tulus, saudara-saudaraku sekalian selesai menjalaninya. Semoga ruhani dan jasad kita semakin kuat, saya ucapka selamat dan rasa bangga, pesan saya dan tanamkanlah didalam niat dan tekad, jadilah saudara sekalian sebagai penebar kedamaian, penjaga adat istiadat dengan moral, keberanian dan kesetiaan, itulah yang menjadi bekal kita menjaga silaturahmi ini, demi terwujudnya “kemuarian”  se-Lampung, jagalah adat di way handak, jagalah adat di Tanggamus, jagalah adat di Sekala Brak “. ( Amanat Sultan Edward Syah Pernong, 3-4 Syawal 1437 H ) Pelaksanaan Pantohir bagi Para Bahatur Kerajaan ini dilaksanakan di Halaman Gedung Dalom Kepaksian Pernong dan langsung dipimpin oleh Dudungan Yang Mulia Puniakan Dalom Beliau Brigjen. Pol. Edward Syah Pern...

Para Pemberani Kerajaan

Jelma Bani Dilom Adat   Para Panglima dari WIlayah Selatan Lampung : Panglima Elang Berantai, Panglima Alif Jaya dan Panglima Sindang Kunyaian memberikan arahan saat pengukuhan bahatur /jelma bani adat.  Masih dalam nuansa bulan syawal yang penuh dengan nilai silaturahmi, tulisan ini pun mencoba mengantar kita kepada pengalaman para bahatur atau orang – orang berani didalam adat setelah pada tanggal 3 dan 4 syawal kemarin berkumpul di Sekala Brak untuk saling bersilaturahmi dengan masyarakat adat yang ada di Sekala Brak sekaligus menjadi momen berharga bagi mereka yang dikukuhkan secara syah menjadi Bahatur Kerajaan.  Para bahatur datang dari daerah Way Handak ( Kalianda ) Lampung Selatan tepatnya dari Marga Rajabasa, Marga Legun, Marga Ratu, Marga Dantaran dan Marga Ketibung, selain itu juga ada yang datang dari Tanggamus. Rombongan berjumlah 50 orang ini dikawal oleh para panglima kerajaan adat paksi pak sekala brak dari wilayah selatan yaitu Panglima A...

Marga Melinting Junjung Adat Sai Batin

Kerajaan adat Sekala Brak- dan Marga Adat Melinting Junjung Adat Saibatin MINAK GEJALO RATU KETURUNAN TERTUA RATU MELINTING SAAT INI KEPALA ADAT MARGA MELINTING Marga adat Melinting bersilaturahmi dengan Kerajaan adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong di Gedung Dalom Kerajaan Sekala Brak, Gotong Royong, Bandar Lampung, Minggu (28/5/2017). Marga Melinting diwakili 5 orang yakni Minak Gejalo Ratu sebagai pemegang trah asli tertinggi yg lurus didalam marga adat keratuan melinting , Dalem Sampurna  jaya serta beberapa pembesar adat se marga adat keratuan melinting datang berkunjung bersilaturahmi  yang disambut Panglima Elang Berantai-Panglima Kerajaan adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Wilayah Selatan dr way handak , Raja Niti Alam-salah satu Raja Jukkuan Kerajaan adat Sekala Brak dan Humas Kerajaan Sekala Brak. Kunjungan Silaturahmi Minak Gejalo Ratu  tersebut bertujuan untuk menjalin komunikasi dan menegaskan persaudaraan serta eksistensi dari ...

KERAJAAN SEKALA BRAK AKAN GELAR KIRAB AGUNG DI BANDUNG

Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke XXIII Perangkat Kerajaan Adat Paksi Pak  Sekala Brak  Kepaksian Pernong telah berangkat menuju Kota Bandung, rombongan berjumlah 100 orang yang terdiri dari Para Panglima Kerajaan, Tumenggung, Hulubalang, Pendekar dan Bahatur Jelma Banini Saibatin, semuanya telah siap membawa kebesaran Adat Lampung,  dengan mengusung panji-panji Kebesaran Kerajaan. Rombongan Hulubalang Bahatur dan Punggawa Kerajaan Sekala Brak dari Way Handak Lampung Selatan turut serta dalam Kirab Agung yang akan digelar tersebut, salah satunya atas support Bupati Lampung Selatan YM Dr. H.Zainudin Hasan, beliau tak lain adalah pemuka adat Sai Batin dari Marga Dantaran. Kirab Agung Keraton Se-nusantara ini digelar oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), bertempat di Jalan Asia Afrika Kota Bandung, pada Sabtu (13/5), sebagai bagian dari acara Musyawarah Agung Ke-III dan Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara IV/2017. Selain dihadiri o...

Aban Gemisikh Akultarsi Budaya Islam Di Sekala Brak

ABAN GEMISIKH / AWAN GEMISEGH A b an Gemisir merupakan salah satu perlengkapan adat yang menjadi bagian dari tradisi peninggalan nenek moyang masyarakat Lampung , khususnya di Sekala Brak sebagai tempat bermulanya adat saibatin di Provinsi Lampung. A b a n Gemis i r atau ada pula yang menyebutnya Awan Gemiser merupakan sebuah alat perlengkapan adat yang dihadirkan untuk seorang pimpinan adat atau saibatin yang akan melakukan prosesi perjalanan adat seperti arak arakan atau disebut “ lapah buharak ” , h ingga saat ini perlengkapan adat tersebut  masih dianggap hal yang spesial atau terkhusus, sebab tidak sembarang orang bisa memakainya. Untuk membuatnya dirangkailah kayu dengan bentuk kubus, dibuat pegangan pada setiap sudutnya dan kemudian dihias dengan kain kain pedandanan khas adat saibatin sekala brak, untuk ukuran ruang kubus biasanya seukuran yang bisa dimasuki empat orang dewasa, sedangkan kain penghias yang digunakan untuk Aban Gemisir diantaranya ad...

MARS PAKSI PAK SEKALA BRAK

Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23,  SPDB Pangeran Edward Syah Pernong me-launching lagu mars Paksi Pak Sekala Brak di Museum Krakatoa di Kalianda , Jumat (28/10).   Lagu mars Paksi Pak Sekala Brak tersebut ditulis dan digubah langsung oleh SPBD Pangeran Edward Syah Pernong . Sedangkan irama musik dan notasinya dibuat oleh Risnowati Josiah (Iwa TJ) yang merupakan Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung. MARS PAKSI PAK SEKALA BRAK Paksi Pak Sekala Brak, Berbhineka Tunggal Ika Paksi Pak Sekala Brak, Titisan Yang Mulia Penegak Budaya Bangsa, Merah Putih yang Tercinta Sang Bumi Ruwa Jurai, Sai Batin dan Pepadun Sang Bumi Ruwa Jurai, Simbol Lampung nan Jaya Reff : Paksi Pak Sekala Brak, Sang Pembela Pancasila Sai Batin di Paksi Pak, Sultan yang Satria Mulia Bangsawan nan Bijaksana, Berkah Tuhan yang Maha Kuasa Pengokoh persatuan NKRI Jaya Bahatur Punggawa Sekala Brak ...

Penobatan Raja Gowa ke-37

  Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung Brigjen Pol Drs Edward Syah SH MH menyatakan kebesaran Kerajaan Gowa melalui Raja Gowa ke-37 kembali menunjukkan contoh ahlak dan keberadaban yang sangat baik tanpa melakukan hal buruk sekalipun bertentangan dengan sikap Pemerintah Kabupaten Gowa. Kalangan keluarga keturunan dan kerabat Raja Gowa tidak timbulkan permusuhan walaupun tidak diberi tempat atau tidak diizinkan melakukan prosesi pengukuhan penobatan Raja Gowa ke-37 di Istananya sendiri "Balla Lompoa" di Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan. Hal itu dikemukakan Raja Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung  yang bergelar Sultan Sekala Brak XXIII Brigjen Pol Edward Ssyah mewakili Raja se-Nusantara saat resepsi pengukuhan penobatan Raja Gowa ke-37 I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II serta pengukuhan Lembaga Adat Daerah yakni Dewan Adat dan Pemangku Adat dari Kerajaan Adat Gowa di salah satu hotel internasional di Makas...

KESEPAKATAN MUSYAWARAH PARA SAIBATIN PAKSI

 " HIPPUN SAI BATIN PAKSI " Bismillahirrohmannirrohim, Kekinian adalah sejarah yang berjalan.  Berkat rahmat Allah SWT serta didorong oleh rasa tanggung jawab  sebagai pewaris Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak yang diyakini sebagai asal usul suku bangsa Lampung serta cikal bakal peradaban di tanah Lampung, oleh sebab itu kami para “Sai Batin” Paksi Pak Sekala Brak terpanggil untuk memelihara, dan menjaga kearifan lokal serta melestarikan adat dan budaya “Sai Batin” khususnya tradisi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak sejak dahulu kala sebagai bagian dari khasanah adat dan budaya yang tergabung dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada hari ini Sabtu tanggal delapan Desember tahun Dua ribu dua belas (8-12-2012) bertempat di ruang Margasana “Gedung Dalom”  Kepaksian Pernong kami “Sai Batin” Raja Adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung melakukan “HIPPUN SAI BATIN PAKSI” (Musyawarah Agung para Sultan Kerajaan Adat Paksi P...