Skip to main content

MARS PAKSI PAK SEKALA BRAK

Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23,  SPDB Pangeran Edward Syah Pernong me-launching lagu mars Paksi Pak Sekala Brak di Museum Krakatoa di Kalianda, Jumat (28/10).
 
Lagu mars Paksi Pak Sekala Brak tersebut ditulis dan digubah langsung oleh SPBD Pangeran Edward Syah Pernong. Sedangkan irama musik dan notasinya dibuat oleh Risnowati Josiah (Iwa TJ) yang merupakan Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung.

MARS PAKSI PAK SEKALA BRAK
Paksi Pak Sekala Brak, Berbhineka Tunggal Ika
Paksi Pak Sekala Brak, Titisan Yang Mulia
Penegak Budaya Bangsa, Merah Putih yang Tercinta


Sang Bumi Ruwa Jurai, Sai Batin dan Pepadun

Sang Bumi Ruwa Jurai, Simbol Lampung nan Jaya


Reff :

Paksi Pak Sekala Brak, Sang Pembela Pancasila

Sai Batin di Paksi Pak, Sultan yang Satria Mulia
Bangsawan nan Bijaksana, Berkah Tuhan yang Maha Kuasa
Pengokoh persatuan NKRI Jaya


Bahatur Punggawa Sekala Brak

Menjaga dengan Jiwa Raga

Kahut Pernong, Belunguh,Nyerupa, Bejalan Diway


Perjuangkan Kemajuan, Pertahankan Peradaban

Pengkoh persatuan NKRI Jaya.


 


Pengerjaan recording audio visual lagu mars Paksi Pak Sekala Brak tersebut dilakukan oleh PSMTI Provinsi Lampung.


“Secara keseluruhan lirik dan irama mars Paksi Pak Skala Brak menyemangati dan mengingatkan masyarakat Skala Brak akan pentingnya pelestarian adat budaya,” ungkap Seem R. Canggu Raja Duta Perbangsa, yang juga juru bicara Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Pernong Lampung.


Menurutnya, dalam lirik lagu mars juga mengajak masyarakat Lampung untuk menghormati dan menjunjung kemajemukan yang tidak terkonfrontasi, serta mendorong kemajuan dengan tetap menjaga jati diri bangsa.


Dipilihnya peringatan hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada  28 Oktober, bermakna strategis. Harapannya semangat persatuan dan kesatuan tetap terjaga di atas nilai-nilai adat dan budaya adi luhung bangsa.

Launching Mars Paksi Pak Sekala Brak

Comments

Popular posts from this blog

PANGERAN SUHAIMI

Pangeran Suhaimi Mengabdi Untuk Negara dan Adat Istiadat Sultan Pangeran Suhaimi Pangeran Suhaimi adalah salah satu putra terbaik dari bumi Lampung, beliau lahir di Kecamatan Belalau Lampung Utara (kala itu) pada tahun 1908, beliau adalah putra Depati Merah Dani atau dikenal Hi. Harmain gelar Sultan Makmur. Pangeran Suhaimi Dimakamkan dalam suatu upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kedaton Bandar Lampung. Bertindak sebagai inspektur Upacara adalah Kasi Politik Korem 043 Garuda Hitam Mayor Yusuf, serta dihadiri oleh Sekwilda Alimudin Umar, SH yang mewakili Gubernur Lampung dan juga salah seorang keluarga besar dari Pangeran Suhaimi. Turut hadir juga dalam upacara pemakaman Walikotamadya Drs. Zulkarnain Subing, Ketua DPRD Kodya Bandar Lampung. Adalah Pangeran Suhaimi salah satu putera daerah yang meninggalkan jejak pengabdian untuk tanah Lampung, baik selaku abdi masyarakat dalam pemerintahan begitu juga sebagai pejuang dalam pertempuran melawan penjajah. Selain i...

Selayang Pandang Sejarah Kerajaan Sekala Brak Lampung

Prasasti Batu Bertulis " Hujung Langit"  di Sekala Brak Disusun Oleh : Novan Saliwa ( Pemandu Seni Budaya Anjungan Lampung - TMII Jakarta ) Penyebaran Suku Bangsa Bangsa Indonesia berasal dari Assam yg terletak di India selatan, sebelah Utara Burma. Suku Melayu kuno atau Proto Malayan Tribes dari India Selatan itu dalam pengungsiannya, bergerak menyeberangi laut Andamen untuk kemudian berpencar dalam beberapa kelompok, demikian J.R.Logan Pada tahun 1848 telah mengemukakan teorinya. Kelompok kesatu bergerak ketimur melalui jawa dan Kalimantan dan ada yang terus keutara di philipina yang kemudian melahirkan suku bangsa Igorot dan lain lain. Kelompok kedua mencapai ujung utara sumatra menyusuri pantai barat mendarat di singkel, Barus dan Sibolga, kemudian melahirkan cikal bakalnya suku suku Batak Karo, Batak Toba, Dairi dan Alas. Kelompok ketiga meneruskan pelayarannya menelusuri Pantai Barat Sumatra terus keselatan yang akhirnya melalui krui menuju kedaerah ...

Pangeran Alprinse Syah Pernong Hadiri Pengukuhan Guru Besar UNDIP

Prof Eko Suponyono secara khusus mengundang Pangeran Alprinse karena beliau begitu bersahabat, setiap kali profesor ke jakarta, selalu pangeran yang menemaninya makan dan jalan-jalan, juga termasuk kalau ada kegiatan seminar, maupun saat promosi doktor dan profesornya, Pangeran datang ditemani pengasuhnya minan fitri dari Marga Keratuan Way Handak Lampung Selatan,  sampai di semarang disambut Panglima Panggittokh Alam Tanggamus Hengky Ashnari SH, MH, yg seharinya adalah anggota DPR Kab. Klaten, panglima menemani pangeran saat pengukuhan guru besar Prof. Eko Soponyono SH. MH di Universitas Diponegoro. Didalam acara pengukuhannya, pada hari S abtu (9/9/2017),  Prof. Eko Soponyono membacakan orasi terkait hasil penelitiannya dengan judul Hikmah Alquran Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Demi Mewujudkan Keadilan Religius. Penelitian Prof. Eko itu terinspirasi penyusunan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru untuk menggantikan KUHP peninggalan pemerintah kolon...