Skip to main content

Lencana Emas Untuk Ridwan Kamil

Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke 23 menyematkan Lencana Emas Kerajan kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil,  disaksikan Sultan Kmasepuhan Cirebon, Wakil Kesultanan Deli, dan Kesultanan Kutai Kertanegara. 

Paduka Yang Mulia Sai Batin Puniakan Dalom Beliau Pangeran Edward Syah Pernong adok Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-XXII menyematkan secara khusus Lencana Emas Kepaksian kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil. “ Ini merupakan tanda kekerabatan yang disematkan secara khusus bagi sosok-sosok yang gigih berjuang untuk adat istiadat yang ada di Nusantara, salah satunya adalah saudara Ridwan Kamil “ tutur Sultan Edward Syah Pernong. Sebelumnya Sang Walikota mendapatkan anugerah sebagai Tokoh Budaya Nusantara yang diberikan oleh Sultan Kasepuhan Cirebon XIV PRA Arief Natadiningrat selaku Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara ( FSKN ) Republik Indonesia. Selain itu Ridwan kamil juga menerima cinderamata dari beberapa Kerajaan diantaranya Kesultanan Deli Sumatra Utara, Kesultanan Kutai Kertanegara.

Ridwan Kamil mengenakan Lencana Emas Kerajaan Sekala Brak foto bersama Istri. 
Acara Gala Dinner dalam rangka  Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean ke-3 tahun 2017 ini digelar di Grand Hotel Preanger, Kota Bandung, Sabtu 13 Mei 2017, dihadiri oleh Direktur Utama Bank BJB selaku sponsor tunggal dan Para Raja Se-Nusantara, setelah siang harinya dilaksanakan Kirab Agung oleh segenap Kerajaan Besar yang ada di Indonesia dan juga diikuti oleh Masyarakat Adat dari Mancanegara.

Dalam sambutannya Ridwan Kamil menyatakan dirinya sangat bangga atas penghargaan yang ia terima “ sebagai pemimpin, bekerja untuk masyarakat adalah yang paling utama, sedangkan penghargaan adalah bonus apresiasi dari masyarakat. Saya bekerja untuk mensejahterakan dan memberikan kebaikan untuk masyarakat,” tuturnya, selain itu juga ia sangat bangga terhadap keberadaan FSKN karena Raja/Sultan Se Nusantara adalah benteng NKRI yang berjuang agar Indonesia Merdeka, “ saya bahkan setuju jika kemudian Sultan/Raja Se-Nusantara ini memiliki lembaga yang berkekuatan politik layaknya lembaga DPD, demi membina masyarakatnya untuk ketutuhan NKRI” katanya.

Kehadiran adat istiadat dari Seluruh Nusantara dan Mancanegara di Bandung ini merupakan perwujudan Eksistensi Adat Istiadat ditengah zaman modern seperti saat ini, terlihat dari pelaksanaannya Kota Bandung begitu menghargai keberadaan Kesultanan/ Keraton Se Nusantara dan Pelestariannya, oleh sebab itulah tak tanggung – tanggung Kerajaan Sekala Brak Lampung mengerahkan 100 orang prajurit yang dipimpin oleh Panglima Kerajaan untuk mengikuti Pawai Adat Budaya di Jalan Asia Afrika, begitu juga Kerajaan Gowa yang menurunkan ratusan prajuritsebagai perwakilan pasukan angkatan darat dan lautnya untuk memeriahkan acara.

Acara Gala Dinner ini berlangsung khidmat dan lancar, yang ditutup dengan penampilan khusus dari Kerajaan Gowa berupa Tari Pakarena diiringi secata live music oleh seniman-seniman gowa dan maestro gendang gowa, penampilan yang begitu memukau dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.  (NS)


Comments

Popular posts from this blog

PANGERAN SUHAIMI

Pangeran Suhaimi Mengabdi Untuk Negara dan Adat Istiadat Sultan Pangeran Suhaimi Pangeran Suhaimi adalah salah satu putra terbaik dari bumi Lampung, beliau lahir di Kecamatan Belalau Lampung Utara (kala itu) pada tahun 1908, beliau adalah putra Depati Merah Dani atau dikenal Hi. Harmain gelar Sultan Makmur. Pangeran Suhaimi Dimakamkan dalam suatu upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kedaton Bandar Lampung. Bertindak sebagai inspektur Upacara adalah Kasi Politik Korem 043 Garuda Hitam Mayor Yusuf, serta dihadiri oleh Sekwilda Alimudin Umar, SH yang mewakili Gubernur Lampung dan juga salah seorang keluarga besar dari Pangeran Suhaimi. Turut hadir juga dalam upacara pemakaman Walikotamadya Drs. Zulkarnain Subing, Ketua DPRD Kodya Bandar Lampung. Adalah Pangeran Suhaimi salah satu putera daerah yang meninggalkan jejak pengabdian untuk tanah Lampung, baik selaku abdi masyarakat dalam pemerintahan begitu juga sebagai pejuang dalam pertempuran melawan penjajah. Selain i...

Selayang Pandang Sejarah Kerajaan Sekala Brak Lampung

Prasasti Batu Bertulis " Hujung Langit"  di Sekala Brak Disusun Oleh : Novan Saliwa ( Pemandu Seni Budaya Anjungan Lampung - TMII Jakarta ) Penyebaran Suku Bangsa Bangsa Indonesia berasal dari Assam yg terletak di India selatan, sebelah Utara Burma. Suku Melayu kuno atau Proto Malayan Tribes dari India Selatan itu dalam pengungsiannya, bergerak menyeberangi laut Andamen untuk kemudian berpencar dalam beberapa kelompok, demikian J.R.Logan Pada tahun 1848 telah mengemukakan teorinya. Kelompok kesatu bergerak ketimur melalui jawa dan Kalimantan dan ada yang terus keutara di philipina yang kemudian melahirkan suku bangsa Igorot dan lain lain. Kelompok kedua mencapai ujung utara sumatra menyusuri pantai barat mendarat di singkel, Barus dan Sibolga, kemudian melahirkan cikal bakalnya suku suku Batak Karo, Batak Toba, Dairi dan Alas. Kelompok ketiga meneruskan pelayarannya menelusuri Pantai Barat Sumatra terus keselatan yang akhirnya melalui krui menuju kedaerah ...

Pangeran Alprinse Syah Pernong Hadiri Pengukuhan Guru Besar UNDIP

Prof Eko Suponyono secara khusus mengundang Pangeran Alprinse karena beliau begitu bersahabat, setiap kali profesor ke jakarta, selalu pangeran yang menemaninya makan dan jalan-jalan, juga termasuk kalau ada kegiatan seminar, maupun saat promosi doktor dan profesornya, Pangeran datang ditemani pengasuhnya minan fitri dari Marga Keratuan Way Handak Lampung Selatan,  sampai di semarang disambut Panglima Panggittokh Alam Tanggamus Hengky Ashnari SH, MH, yg seharinya adalah anggota DPR Kab. Klaten, panglima menemani pangeran saat pengukuhan guru besar Prof. Eko Soponyono SH. MH di Universitas Diponegoro. Didalam acara pengukuhannya, pada hari S abtu (9/9/2017),  Prof. Eko Soponyono membacakan orasi terkait hasil penelitiannya dengan judul Hikmah Alquran Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Demi Mewujudkan Keadilan Religius. Penelitian Prof. Eko itu terinspirasi penyusunan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru untuk menggantikan KUHP peninggalan pemerintah kolon...