Skip to main content

AMANAT PADUKA YANG MULIA SPDB PANGERAN EDWARD SYAH PERNONG


Edward Syah Pernong

Bahwasanya kita semua akan harum kalau mempunyai kesetiaan, kesetiaan itu bukan hanya kesetiaan didalam sebuah kepaksian, didalam sebuah kepenyimbangan , atau didalam sebuah marga, tetapi kesetiaan saling menyayangi, saling memperhatikan, sling mendukung diantara seluruh komponen adat lampung. Inilah sebetulnya makna yang paling signifikan dari pada kehadiran adat istiadat. 

Kerajaan adat dan lain sebagainya tidak tumbuh lagi didalam NKRI, karena kita adalah suatu komunitas masyarakat dibawah naungan NKRI, tetapi unttuk menggalang dan membangun rasa nasionalisme, rasa kecintaan terhadap negeri ini, terhadap tanah air ini maka pusaka lama, budaya lama, keperadaban lama harus kita pegang. 

Kita melihat semua bagaimana terhadap orang orang yang didalam bertindak, didalam berbua, didalam bekerja, didalam berpolitik, kalau dia tidak mengindahkan budaya, tidak mengindahkan tata krama, kita melihat menjadi orang orang yang tidak ber adat, menjadi orang orang yang tidak beradab, menjadi orang yang tidak pernah santun dalam melaksankan kegiatan sehari hari, sehingga yang muncul adalah apa?, perpecahan, konflik, kesenjangan antar pihak, karena apa ?, karena mereka meninggalkan adat istiadatnya dan mereka tidak pernah bangga bahwa mereka mempunyai adat.

Didalam adat ini ada sopan santun, didalam adat ini ada suatu tatakrama dan didalam adat ini peradaban manusia muncul apalagi adat merupakan warisan turun temurun, karena itu sangatlah layak untuk kita memelihara simboln ini. Bukan untuk menepuk dada membesarkan diri tetapi untuk menyatakan didalama hati kita, bahwa saya memegang kebudayaan keberadaban dari masa lalu yang harus saya pertahankan, memegang kesetiaan masa lalu yang harus dipertahankan, memegang dari pada kebesaran masa lampau yang nanti akan kita besarkan menjadi kebesaran masa datang. 

Inti dari adat istiadat ini adalah rasa kasih sayang, inti dari pada adat istiadat ini adalah persatuan, inti dari adat istiadat ini adalah saling membesarkan, kalau kita saling mengecilkan atau kita sling mengejek kemudian kita sering apriori maka kita adalah orang yang tidak beradat...

Comments

Popular posts from this blog

PANGERAN SUHAIMI

Pangeran Suhaimi Mengabdi Untuk Negara dan Adat Istiadat Sultan Pangeran Suhaimi Pangeran Suhaimi adalah salah satu putra terbaik dari bumi Lampung, beliau lahir di Kecamatan Belalau Lampung Utara (kala itu) pada tahun 1908, beliau adalah putra Depati Merah Dani atau dikenal Hi. Harmain gelar Sultan Makmur. Pangeran Suhaimi Dimakamkan dalam suatu upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kedaton Bandar Lampung. Bertindak sebagai inspektur Upacara adalah Kasi Politik Korem 043 Garuda Hitam Mayor Yusuf, serta dihadiri oleh Sekwilda Alimudin Umar, SH yang mewakili Gubernur Lampung dan juga salah seorang keluarga besar dari Pangeran Suhaimi. Turut hadir juga dalam upacara pemakaman Walikotamadya Drs. Zulkarnain Subing, Ketua DPRD Kodya Bandar Lampung. Adalah Pangeran Suhaimi salah satu putera daerah yang meninggalkan jejak pengabdian untuk tanah Lampung, baik selaku abdi masyarakat dalam pemerintahan begitu juga sebagai pejuang dalam pertempuran melawan penjajah. Selain i...

Selayang Pandang Sejarah Kerajaan Sekala Brak Lampung

Prasasti Batu Bertulis " Hujung Langit"  di Sekala Brak Disusun Oleh : Novan Saliwa ( Pemandu Seni Budaya Anjungan Lampung - TMII Jakarta ) Penyebaran Suku Bangsa Bangsa Indonesia berasal dari Assam yg terletak di India selatan, sebelah Utara Burma. Suku Melayu kuno atau Proto Malayan Tribes dari India Selatan itu dalam pengungsiannya, bergerak menyeberangi laut Andamen untuk kemudian berpencar dalam beberapa kelompok, demikian J.R.Logan Pada tahun 1848 telah mengemukakan teorinya. Kelompok kesatu bergerak ketimur melalui jawa dan Kalimantan dan ada yang terus keutara di philipina yang kemudian melahirkan suku bangsa Igorot dan lain lain. Kelompok kedua mencapai ujung utara sumatra menyusuri pantai barat mendarat di singkel, Barus dan Sibolga, kemudian melahirkan cikal bakalnya suku suku Batak Karo, Batak Toba, Dairi dan Alas. Kelompok ketiga meneruskan pelayarannya menelusuri Pantai Barat Sumatra terus keselatan yang akhirnya melalui krui menuju kedaerah ...

Pangeran Alprinse Syah Pernong Hadiri Pengukuhan Guru Besar UNDIP

Prof Eko Suponyono secara khusus mengundang Pangeran Alprinse karena beliau begitu bersahabat, setiap kali profesor ke jakarta, selalu pangeran yang menemaninya makan dan jalan-jalan, juga termasuk kalau ada kegiatan seminar, maupun saat promosi doktor dan profesornya, Pangeran datang ditemani pengasuhnya minan fitri dari Marga Keratuan Way Handak Lampung Selatan,  sampai di semarang disambut Panglima Panggittokh Alam Tanggamus Hengky Ashnari SH, MH, yg seharinya adalah anggota DPR Kab. Klaten, panglima menemani pangeran saat pengukuhan guru besar Prof. Eko Soponyono SH. MH di Universitas Diponegoro. Didalam acara pengukuhannya, pada hari S abtu (9/9/2017),  Prof. Eko Soponyono membacakan orasi terkait hasil penelitiannya dengan judul Hikmah Alquran Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Demi Mewujudkan Keadilan Religius. Penelitian Prof. Eko itu terinspirasi penyusunan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru untuk menggantikan KUHP peninggalan pemerintah kolon...